Apa itu Tiang Lampu Stenlis – Bahan dasar pembuatan tiang lampu di sekitar kita terbagi menjadi beberapa jenis. Hal ini tentunya berpengaruh pada keawetan dan keawetan tiang lampu tersebut. Salah satu bahan yang biasa digunakan untuk pembuatan tiang lampu jalan adalah stensil. Saat ini berbagai alat telah berubah dari bahan organik menjadi bahan steril. Sebenarnya penggunaan stylist dan setrika juga seimbang tapi lebih mahal menggunakan setrika.

Apa itu Tiang Lampu Stenlis

Berbagai keuntungan bisa kita dapatkan dari penggunaan bahan dasar seperti stensil dalam pembuatan tiang lampu salah satunya adalah lamanya pemakaian. Hal ini berbanding terbalik dengan perkakas berbahan organik atau kayu, karena durasi pemakaian yang relatif singkat. Stenlis sebenarnya merupakan salah satu jenis peralatan yang berbeda dengan besi pada umumnya.

Pada artikel kali ini kita akan membahas tiang lampu jalan tradisional yang sangat digemari masyarakat. Karena orang jarang tahu ada beberapa jenis stenlis di sekitar kita. Menurut sifat kimianya stylis dibedakan menjadi tiga golongan antara lain sebagai berikut:

  1. Austenitik

Ini adalah bahan stainless steel yang lebih sering disebut sebagai seri 300, dan paling sering digunakan untuk berbagai keperluan. Ini adalah baja yang mengandung campuran 18% kromium dan 8% nikel, terkadang juga dicampur dengan mangan dan nitrogen. Stensil jenis ini sangat tahan terhadap korosi atau karat. Selain itu juga mudah dibentuk menjadi lembaran tipis karena lebih lembut dari pada besi.

  1. Martensitik

Material baja martensitik memiliki kandungan karbon yang lebih tinggi dibandingkan baja lainnya (antara 0,1 dan 1,2%), kromium 18% dan aditif lainnya seperti: zeroek dan molybdenum.

  1. Feritik

Bahan baja feritik memiliki jumlah karbon 10,5%, dan kromium 27%. Magnetik dapat ditarik, tidak seperti baja tahan karat lainnya. Memiliki ketahanan korosi yang cukup dan mudah terkontaminasi dan bahan ini biasanya digunakan pada sistem pembuangan.

Selain bahan stensil, ada beberapa jenis bahan lain yang bisa digunakan dalam pembuatan tiang lampu jalan. Material ini juga sangat familiar dan murah untuk ditemukan, sehingga harga yang di bandrol dengan material ini terbilang cukup murah dibandingkan dengan stenlis. Berikut 3 bahan dasar untuk tiang lampu, diantaranya:

  1. Baja

Salah satu bahan dasar pada tiang lampu adalah baja. Dalam prosesnya, pelat baja ini akan dipotong kemudian disesuaikan dengan standar tinggi diameter. Jenis tiang lampu yang sering menggunakan bahan ini adalah tiang lampu JPU dimana standar tinggi tiang lampu ini berkisar antara 6 – 13 meter.

  1. Pipa Metal

Bahan dasar pada lampu tiang ini sering digunakan untuk lampu tiang PJU dekoratif dan lampu tiang klasik. Bahan dasar ini tentunya menggunakan plat pipa logam dengan kualitas SNI. Lampu jenis ini biasanya ditempatkan di kolam renang, taman, pekarangan, bahkan pejalan kaki. Bahannya akan jauh lebih ringan dari baja karena biasanya berfungsi sebagai penerangan dan dekorasi.

  1. Pipa Besi Bulat

Bahan dasar tiang lampu selanjutnya adalah pipa besi bulat. Seringkali penggunaan bahan dasar ini digabungkan dengan FRP. Kemudian untuk konstruksi pondasi pelat dasar dengan lubang baut, lampu KAP menggunakan komposit FRP atau kombinasi bahan logam. Tiang lampu dengan bahan dasar pipa besi bulat umumnya digunakan pada tiang lampu antik.

Bahan Pelapis Tiang Lampu

Selain bahan dasar pada tiang lampu tentunya juga membutuhkan bahan pendukung agar tiang lampu tersebut semakin bagus dan kuat. Berikut ini adalah 2 bahan pelapis pada tiang lampu yang dapat melindungi dan meningkatkan tahanan tiang lampu, diantaranya:

1. Lampu Tiang Galvanis

Setelah tiang lampu dibuat dengan bahan dasar di atas, tentunya proses pembuatannya belum selesai. Lampu tiang sering kali harus melalui proses pelapisan agar lebih awet dan tahan lama. Galvanis sendiri merupakan salah satu lapisan pencegah korosi pada tiang lampu. Proses galvanisasi biasanya ditambahkan pada tahap akhir pembuatan tiang lampu.

Galvanis berfungsi untuk melindungi tiang lampu dari korosi akibat perubahan cuaca. Diantaranya saat hujan deras atau terik matahari. Lapisan galvanis akan mencegah karat dengan kandungan zinc cair dan aluminium di dalamnya. Lampu tiang galvanis berwarna abu-abu atau perak dan matte. Lampu tiang ini bisa bertahan hingga 30 tahun.

2. Lampu Tiang Baja Hitam

Baja hitam atau baja hitam atau pipa hitam sebenarnya bukanlah lapisan pelindung pada tiang lampu. Akan tetapi bahan ini sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan tiang lampu karena memiliki kelebihan seperti ketahanan terhadap beban dan tahan cuaca. Selain itu juga memiliki daya tahan hingga 10 tahun.

Mungkin itu saja yang dapat kami sampaikan untuk Anda semua, semoga informasi yang telah kami sampaikan diatas dapat bermanfaat untuk Anda semua. Dapatkan berbagai macam informasi menarik lainnya pada kami Agung Bersama Indonesia, semoga membantu.

Call
Whatsapp
WhatsApp chat